Ekonomi & Bisnis

Danau Di Pulau Jawa Jadi Incaran Investor Asing

12-10-2021

Surabaya, beritasurabaya.net - Banyak danau di Pulau Jawa ditaksir oleh investor asing. Ini terkait  penambahan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan memanfaatkan danau atau bendungan yang ada di Pulau Jawa.

Direktur Pengembangan dan Niaga PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), Iwan Purwana, dalam webinar “Pengembangan Energi Baru Terbarukan PJB Di Indonesia”, yang digelar Pokja Wartawan dan PT PJB, Selasa (12/10/2021), mengatakan, untuk pengembangan PLTS di Pulau Jawa mayoritas masih terkendala dengan keterbatasan lahan.

Untuk membangun PLTS berkapasitas 2 MWp saja membutuhkan lahan seluas 1 hektar. Jika kapasitas PLTS ditambah maka luasan lahan juga harus ditambah.

Menyikapi keterbatasan lahan di Pulau Jawa untuk penambahan PLTS, kata Iwan, solusinya bisa  memanfaatkan bendungan milik PLN dimana pengelolaan airnya oleh Perum Jasa Tirta. Seperti di Jawa Timur sendiri, untuk penambahan PLTS dengan memanfaatkan bendungan akan dilakukan PJB bersama Jasa Tirta Energi (anak perusahaan Jasa Tirta) yakni di Bendungan Sutami Malang dan Bendungan Lodoyo Blitar.

“Ini sudah masuk dalam RUPTL dan model kerjasamanya adalah PJB, Jasa Tirta Energi sharing modal. Untuk investornya sangat banyak ada yang melalui pemerintahan seperti dari Inggris, ada Aqua, bahkan banyak investor dari Timur Tengah naksir dengan danau-danau di Pulau Jawa yang memiliki potensi untuk pemanfaatan PLTS. Terlebih yang sudah ada PLTA-nya,”ungkap Iwan.


Di luar Pulau Jawa, tambah Iwan, ada potensi bekas tambang seperti tambang batu bara yang sudah habis batu baranya bisa dimanfaatkan untuk PLTS.

Sementara untuk di Kepulauan, PJB menyiapkan PLTS di Bawean, Gresik. Ini merupakan rencana pengembangan PLTS floating 2MWp + BESS 400 kWH sebagai penambahan pembangkit sistem di Bawean, dimulai November 2021.

“Rekapitulasi tambahan kapasitas pembangkit untuk PLTS sesuai RUPTL 2021-2030, sebesar 4680 MW atau 11,5 persen,”kata Iwan.

Untuk pengembangan EBT, PJB melaksanakan melalui beberapa skema yakni EBT Skema Kemitraan, EBT Kepulauan Tersebar, PLTS Untuk Pemakaian Sendiri (PS), hingga Elektrifikasi dengan EBT. Ada pula skema PLT Hybrid, yakni tenaga campuran, terdiri dari diesel, tenaga surya, dan baterai.

Direktur SDM PT PJB, Karyawan Aji mengatakan, pemanfaatan EBT di Indonesia pada 2025 mendatang ditargetkan mencapai 23 persen atau sebesar 24 GW. Pada 2020 baru 11 persen atau 10,6 GW. “Potensi EBT sebesar 400 GW dan EBT menjadi basis pembangkitan energi di tanah air,”tukas Aji.

Pakar Bioenergy Engineering/Agricultural Engineering, Universitas Brawijaya, Bambang Susilo,  menegaskan, potensi EBT Indonesia memang luar biasa. Bahkan ke depan, Indonesia menjadi negara ‘imut-imut’ yang akan diperebutkan karena semua EBT ada di Indonesia.

“Hampir 70 persen, energi di negara kita didominasi oleh energi surya atau matahari. Negara kita hanya dua musim saja, kemarau dan hujan, sementara negara lain seperti di Eropa punya 4 musim dimana energi surya hanya bertahan 2 atau 3 bulan saja, padahal penggunaan energinya jauh lebih besar,”tukas Bambang.

Bambang berharap EBT yang selalu berkelanjutan tersebut bisa dikelola dengan baik. Perlu didorong terus pengembangan EBT, sehingga mampu menjadikan Indonesia mandiri dengan sumber daya alamnya dan dijaga ketahanan alamnya. (nos)

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927