IT & Seluler

Kemitraan Jaringan & Keamanan Di Era Bekerja Dari Mana Saja

03-08-2021

Jakarta, beritasurabaya.net - Tren hybrid working yang berkembang saat ini menunjukkan bahwa praktik kerja tradisional akan terus ditata ulang. Era 'bekerja dari mana saja' tersebut telah bertransformasi menjadi sebuah fase arsitektural baru: dari edge ke cloud (edge-to-cloud).

Tetapi dengan 75 persen data korporasi dihasilkan dan diproses di luar data center tradisional atau cloud, dan lebih dari 50 miliar perangkat saling terkoneksi diperkirakan akan mendorong inisiatif-inisiatif bisnis digital dalam 5-10 tahun ke depan, berbagai organisasi/perusahaan harus fokus menciptakan arsitektur yang memungkinkan mereka untuk meraih yang terbaik dari transformasi digital mereka dan menghadirkan tempat kerja hybrid yang mumpuni, bahkan setelah disrupsi akibat pandemi mereda. Semua ini akan difasilitasi oleh adanya sinergi yang sangat penting antara jaringan dan keamanan.

Country Manager Indonesia Aruba Perusahaan Hewlett Packard Enterprise, Robert Suryakusuma, Selasa (3/8/2021), mengatakan, perubahan seketika menuju penerapan remote working membuat perhatian tertuju pada jaringan sebagai sarana untuk mendukung setiap aspek bisnis, mulai dari menghubungkan karyawan ke aplikasi-aplikasi penting hingga mereka-ulang model-model bisnis.

Ketika peluang untuk kembali ke kantor dan melakukan perjalanan bisnis masih belum menentu, survei terbaru kami di kalangan para pengambil keputusan TI di seluruh dunia mengungkapkan 83 persen perusahaan ingin mempertahankan, jika tidak meningkatkan, investasi mereka dalam jaringan berbasis cloud di mana Asia Pasifik menjadi yang terdepan dengan peningkatan investasi sebesar 45 persen.

Laporan ini menunjukkan pentingnya manajemen jarak jauh (remote management) dalam skala besar, dengan tetap memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang sangat tersebar seperti saat ini. Akan tetapi, menciptakan arsitektur jaringan yang tepat bukanlah tugas yang mudah.

Selain scalability, syarat lain yang harus dipenuhi adalah pemisahan solusi jaringan tingkat perusahaan (enterprise-grade) dari tingkat konsumen (consumer-grade). Hal ini, termasuk kemudahan konektivitas, serta performa dan reliability seperti yang dirasakan kantor dengan kenyamanan dan keamanan di rumah karyawan.

Misalnya, remote access point (AP) berkinerja tinggi harus bisa dipasang dan dikelola dengan mudah (zero-touch provisioning). Fitur plug-and-play yang tidak memerlukan bantuan langsung dari para profesional/teknisi TI saat instalasi dan memastikan akses yang konsisten terhadap data dan aplikasi yang secara rutin digunakan oleh karyawan saat mereka bekerja di rumah. Ini sangat cocok diimplementasikan untuk menjaga kontinuitas bisnis dalam skala besar .

Satu diantara  perusahaan media ternama di Singapura dan Bank Koperasi milik negara di India adalah contoh perusahaan yang mengubah infrastruktur jaringan mereka menjadi lebih resilient, fleksibel, dan scalable, dengan tetap mengedepankan kebutuhan karyawan dan pelanggan yang sangat penting pada masa yang penuh ketidakpastian ini.

Dalam transisi ke lingkungan kerja hybrid, organisasi/perusahaan juga memasang serangkaian perangkat berkemampuan IoT untuk membuat operasional mereka menjadi lebih efisien, cerdas, dan dinamis. Namun, perimeter keamanan yang makin meluas dan blur ini telah menjadi persoalan besar.

“Apabila keamanan ditanamkan ke dalam arsitektur jaringan melalui berbagai solusi pihak ketiga yang berbeda tanpa koordinasi, maka jaringan tersebut dapat menjadi sasaran serangan empuk pelaku kejahatan,”tukasnya.

Para pemimpin perusahaan harus berhati-hati dalam merancang kemitraan yang sangat esensial antara fungsi jaringan dan keamanan, dan kehadiran Secure Access Service Edge (SASE) akan mempercepat integrasi tersebut. Secara tradisional, kata Robert, perusahaan menerapkan solusi keamanan secara terpisah di dalam jaringan sebagai elemen tambahan yang membuat visibilitas terhadap ancaman sistemik menjadi lebih kompleks.

Oleh karena jaringan itu sendiri membawa semua data di Edge, tidak ada alasan untuk membuat keamanan terpisah dari jaringan. Sebaliknya, solusi keamanan dapat langsung dipasang ke dalam jaringan untuk mengatasi berbagai kerentanan secara real time.

“Di sinilah SASE hadir untuk mengharmonisasi fungsi yang berbeda-beda tadi, guna menghadirkan konektivitas yang mulus dan user experience yang luar biasa, serta kemampuan keamanan cloud yang komprehensif,”ungkapnya.

Waktu yang terus berjalan, tambat Robert, menuntut transformasi jaringan dan keamanan. Itulah yang saat ini kita saksikan. Organisasi/perusahaan juga sudah memiliki kebebasan untuk menilai platform-platform apa yang menawarkan kebebasan untuk mengintegrasikan solusi-solusi jaringan dan keamanan terbaik yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dan paling penting sesuai dengan kondisi mereka.

Pendekatan ini menjadi fondasi bagi organisasi/perusahaan untuk beradaptasi dan mengatasi berbagai tantangan dalam menerapkan sistem kerja hybrid, dan untuk mengimbangi lanskap keamanan yang terus berkembang. (nos)

Teks foto :

Country Manager Indonesia Aruba Perusahaan Hewlett Packard Enterprise, Robert Suryakusuma.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927