IT & Seluler

95% Industri Telekomunikasi Gunakan Enterprise open source

23-09-2021

Jakarta, beritasurabaya.net - Meskipun industri telekomunikasi terbiasa dengan enterprise open source, di mana 95 persen responden yang disurvei sudah menggunakannya. Enterprise open-source juga berada di titik balik dengan munculnya komputasi edge, kecerdasan buatan dan machine learning (AI/ML), serta 5G yang diimplementasikan dengan cepat.

Menurut laporan "The State of Enterprise Open Source" yang diterbitkan awal tahun ini, open source akan terus berperan penting untuk masa depan telekomunikasi. Berdasarkan data dari 13 negara, laporan ini menunjukkan gambaran bagaimana, di mana dan mengapa pemimpin IT di dunia serta berbagai sektor lainnya menggunakan enterprise open source.

Managing Editor, Red Hat Blog, Thanh Wong, mengajak  kita untuk lihat posisi penyedia layanan telekomunikasi untuk memahami revolusi teknologi mereka.

Keamanan adalah faktor penting dalam memilih enterprise open source. Dalam industri, enterprise open source digunakan untuk pengembangan aplikasi (66%), modernisasi infrastruktur IT (63%) dan transformasi digital (59%). Ketika penyedia layanan memodernisasi infrastruktur mereka untuk menyediakan konektivitas dari inti hingga ke edge, mereka membutuhkan jalur aman untuk meningkatkan efisiensi.

“Para pemimpin IT perusahaan telekomunikasi menyebut ‘keamanan yang lebih baik’ dan ‘kemampuan memanfaatkan teknologi open source dengan aman’ sebagai pertimbangan utama dalam memilih enterprise open source, dan 74% menyebutkan enterprise open source sebagai bagian utama dalam strategi keamanan organisasi mereka,”paparnya.

Penggunaan open source yang diperluas untuk teknologi yang berkembang. Banyak responden memperkirakan penggunaan enterprise open source untuk teknologi baru meningkat dalam dua tahun ke depan, dengan dua pertiga pemimpin IT menyebutkan AI/ML (artificial learning/machine learning) sebagai bidang pertumbuhan utama, baru kemudian komputasi edgeInternet of Things (IoT).

Peran Kubernetes dalam strategi cloud native perusahaan telekomunikasi. Dunia industri saat ini sedang beralih ke containers  dan memanfaatkan RAN virtual dalam proses merevolusi radio access networks (RAN). “Dalam survei kami, 94% responden mengatakan Kubernetes penting dalam strategi aplikasi cloud native mereka. Mayoritas pemimpin perusahaan telekomunikasi juga menunjukkan bahwa mereka lebih suka menggunakan beberapa vendor cloud,”ujarnya.

Ekosistem mitra Red Hat dan tugasnya adalah mendorong inovasi open source serta membantu penyedia layanan komunikasi untuk menemukan fleksibilitas yang mereka cari. “Fleksibilitas bukan satu-satunya faktor penting bagi pemimpin perusahaan telekomunikasi, namun juga open source, dimana 85% mengaku cenderung memilih vendor yang berkontribusi pada komunitas open source,”pungkasnya. (nos)

Teks foto :

Ilustrasi industri telekomunikasi.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927