CSR

NP Dukung Upaya Pelestarian Maleo di Tangkoko

20-06-2024

Jakarta, beritasurabaya.net - PLN Nusantara Power (PLN NP) mendukung upaya pemerintah untuk melestarikan keanaekaragaman hayati Indonesia yang terancam punah. Melalui Unit Pembangkitan (UP) Minahasa, PLN NP  mendukung berbagai upaya untuk melestarikan  burung maleo yang merupakan satwa endemik Sulawesi.

PLN NP UP Minahasa bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara  untuk mendukung pelestarian  burung maleo di kawasan kesatuan pengelolaan hutan konservasi (KPHK) Tangkoko, di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kerja sama tersebut telah dijalin sejak tahun 2018 dan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Berbagai dukungan telah dilakukan dalam lebih dari lima tahun jalinan kerja sama antara PLN NP dengan BKSD Sulawesi Utara. Diantaranya,  pembinaan habitat burung maleo melalui pembersihan areal nesting ground dan penanaman pohon pakan. Selain itu, juga dalam  pembuatan kandang penetasan (hatchery), pengumpulan dan penjagaan telur, serta lepas liar anak burung maleo.

Pada tahun 2024, PLN NP akan memberikan dukungan terhadap pelestarian maleo dalam  kegiatan patroli serta kegiatan pengumpulan dan penjagaan telur burung maleo yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Pelibatan masyarakat tersebut sekaligus sebagai bagian dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Dukungan ini secara resmi dinyatakan dan diserahterimakan dalam pertemuan antara PLN NP UP Minahasa dengan BKSD Sulawesi Utara, 30 Mei 2024 lalu.

Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara Askhari Dg Masikki mengapresiasi dukungan dari PLN  NP UPDK Minahasa dalam upaya pelestarian burung maleo di KPHK Tangkoko. Kerja sama kedua belah pihak diharapkan dapat menjaga dan mempertahankan habitat telur burung maleo satu-satunya yang masih aktif di wilayah Bitung.

"Harapan kami nantinya habitat dan populasi burung maleo bisa bertambah sehingga menjamin eksistensi keanekaragaman hayati secara berkesinambungan dan dinikmati lintas generasi," kata Askhari.

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, mengatakan dukungan terhadap pelestarian maleo merupakan bagian dari upaya Perusahaan dalam mendukung  upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.  “PLN NP berkomitmen  mendukung upaya  konservasi satwa langka dan terancam punah, terutama yang ada di sekitar wilayah operasional pembangkit. Hal ini bukan hanya untuk memenuhi pelaksanaan ESG, tapi juga sebagai kontribusi memenuhi tujuan Pembangunan yang berkelanjutan (SDG's Goal).

Burung maleo merupakan satwa yang  dilindungi berdasarkan Undang-Undang No.5 tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.  Populasi burung bernama latin macrocephalon maleo ini hanya ditemukan di hutan tropis dataran rendah pulau Sulawesi seperti di Gorontalo (Bone Bolango dan Pohuwato) dan Sulawesi Tengah (Sigi dan Banggai). 

Saat ini, Maleo mulai terancam punah karena habitat yang semakin sempit dan telur-telurnya yang diambil manusia. Saat ini jumlahnya diperkirakan kurang dari 10.000 ekor. International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengkategorikan  status maleo saat ini dalam kondisi genting atau endangered dan masuk daftar Appendix 1 dari Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).(nos)

Teks foto :

PLN Nusantara Power  UP Minahasa bersama BKSD Sulawesi Utara melakukan kegiatan pelepasliaran burung maleo ke habitatnya di alam bebas. 

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927